Minggu, 11 Oktober 2015

aku wanita sederhana

Aku wanita sederhana
Apakabarmu wahai teman hidupku kelak
Sudahkah kita saling mengenal?
Kurasa belum, atau jika suda kurasa kau sedang sibuk berpikir tentangku dari asumsi asumsi saja

Tak banyak orang yang mengenal baik diriku
Aku mungkin tak seperti yang kau pikirkan saat kau mengetahui latar belakang keluargaku
Aku dididik menjadi pribadi yang bersahaja, sederhana dan mampu bertahan dalam keterbatasan sarana oleh ayah dan ibuku

Aku wanita sederhana
Penyuka makanan rumah dan murah
Karena bagiku memasak sendiri itu hemat dan sehat
Aku adalah wanita yang kurang pandai bersolek
Bagiku, semua inginnya yang praktis praktis saja yang memungkinkanku bergerak dengan leluasa
Bagiku, jeans, kaos, ransel dan sneakers itu sungguh menyamankan hariku
Tapi bukan berarti aku adalah wanita yang tidak tahu konteks berpakaian, tenang saja, aku tetap sadar akan itu

Aku penyuka jalan jalan dan berlibur
Tak perlu mahal, cukup jalan jalan dg harga murah saja, bahkan bagiku cukup berjalan kaki saja menikmati alam, udara pagi, dan indahnya senja, dan jangan lupa aku juga suka bawa bekal dan air minum kemana mana

Aku pernah menikmati perjalanan 34 jam untuk pulang kerumah dengan bus, untuk nostalgia sebenarnya, selain juga untuk menghemat orangtua, dulu ketika kuliah
Aku pernah tidur dimasjid bandara, karena alasan pesawat terakhir dan pesawat pertama itu adalah perpaduan yang paling ramah di kantong, orang tua juga kala itu
Aku adalah penikmat transportasi umum, selain karrna belum ada uang untuk beli kendaraan, aku juga adalah penikmat perjalanan
Aku pejalan kaki yang tangguh, yaa, tak apa kan jika nanti seringkali engkau ku ajak berjalan kaki

Kau tahu kenapa aku selalu memilih sesuatu yang murah dan sederhana?
Bagiku, ketika mengeuarkan uang lebih untuk suatu hal yang sebenarnya mampu kita batasi, membuatku merasa bersalah
Ya merasa bersalah pada mereka yang butuh tenaga ekstra mencari uang, bersalah karena semestinya aku memberikannya pada orang lain.

Aku wanita sederhana
Semoga saat kita bertemu kelak kau memahaminya


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar