Kamis, 02 Agustus 2012

Nice Trip, Allah

Tiada suatu hal tanpa makna, disetiap perjalanan tersimpan sejuta pelajaran, dan aku meyakininya. Perjalanan kali ini cukup melelahkan, namun  tetap dapat memberikan tawa diwajah. Perjalanan kali ini, syarat akan arti kehidupan, mengajarkan kebijaksanaan dalam menerima ketetapan Tuhan. Perjalanan kali ini, membuatku yakin bahwa Tuhan sungguh maha bijaksana, kekecewaan makluk atas ketetapanNya hanya karena belum mampu menemukan makna dibaliknya. Pada perjalanan kali ini, aku belajar bahwa apa yang ada disekitarku adalah isyarat Tuhan agarku selalu bersyukur. Perjalanan ini mengajarkanku, bahwa cacian, batu tajam yang menghadangku adalah cara Tuhan untuk melecutku, agar aku semakin memperbaiki diri dan dan tak sibuk menyalahkan orang lain, karena kehadiran mereka adalah untuk mengingatkanku akan kekuranganku. Kali ini aku benar-benar sadar Tuhan, Engkau selalu berada bersamaku, dan saat aku lupa akan hadirMu kau berikan aku cara yang manis untuk kembali mengingatMu. Perjalanan ini mengajarkanku untuk menerima tanpa syarat dan memberi tanpa menuntut. Perjalanan ini memberikanku banyak teman dan kasih sayang. Semua yang ada dalam perjalananku kali ini, membawaku pada aku hari ini dan hari esok yang lebih baik.
Dan akhirnya aku berterima kasih atas segala yang sudah Engkau susun dengan rapi dalam perjalananku Tuhan. Berikanlah perjalanan indahMu selanjutnya padaku, Bantu aku agar selalu memahami makna ketetapanMu Ya Allah. 

Selasa, 31 Juli 2012

Maaf bila seringkali memelukmu terlalu erat

Kadang kita tersenyum karana satu kata, terkadang kita saling memendam amarah untuk sekedar tak memperburuk keadaan satu sama lain, terkadang pula kita saling menyampaikan kekesalan satu sama lain. Meskipun begitu, rasa kita tidak akan pernah berubah kawan.  Bertemu denganmu adalah anugerah, dan bersahabat denganmu adalah keindahan. Sungguh sebuah keindahan....
Terlalu indah, hingga kugantungkan harapan setinggi-tingginya untuk selalu berjalan beriringan bersamamu
Hingga mungkin berkali-kali aku memelukmu terlalu erat, membuatmu sakit, membuatmu marah, dan membuatmu kesal. Tapi sungguh, tak ada maksud untuk menyakiti, hanya selalu inginkan kau baik-baik saja kawan. Saat kupikir ada orang lain yang akan menyakitimu, aku langsung mengeluarkan taring tajamku, dan kau mungkin tak suka, tapi aku benar-benar hanya ingin kau baik-baik saja. 
Adakalanya aku diam dan berkata tak peduli, itu adalah saat dimana aku mencoba memelukmu lebih lembut dan menurunkan egoku, tapi biasanya cara itu gagal. Aku tetaplah aku, beginilah aku saat aku berpikir bahwa mereka akan mengusikmu. 
Saat aku berkata tak peduli jangan pernah acuhkan, karena sesungguhnya tak pernah ada keinginan untuk meninggalkanmu kawan. Bahkan jika aku jadi petinggi negara sekalipun
Bersamamu hari--hariku lengkap, walau suatu hari nanti aku tak lagi ada untuk memelukmu saat mereka yang jahat mengusikmu, tenanglah, akanku mohonkan pada Tuhan, bantu aku memeluk para sahabatku meski dari jauh 
Karena aku menyanyangi mereka Tuhan, dan hadirkanlah senyuman selalu diwajah mereka bahkan saat mengenangku nanti.
Untuk para sahabat 

Senin, 26 Maret 2012

Kenaikan BBM dari sudut pandang lain

Media gembar gembor memberitakan segala bentuk respon menentang kenaikan BBM
Aksi demonstrasi anarkis oleh mahasiswa, merusak sarana masyarakat. Disudut ini, seorang wanita berusia 50 tahun, janda, dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan tidak pernah mengecap pendidikan formal, hanya  menggeleng-gelengkan kepala saat melihat kerusuhan yang ditayangkan ditelevisi, selanjutnya tak ada apapun yang membekas dalam benaknya berkaitan dengan kenaikan BBM kecuali perkiraan angka-angka dalam benaknya mengenai harga minyak tanah untuk memasak nantinya. 
Tak ada kekhawatiran yang tampak dari segala macam gerak geriknya, justru tetap tertawa lepas melihat tayangan komedi di televisi. hahahaha...hihihihi seperti hari ini adalah miliknya. Luar biasa.....
Meskipun mahasiswa dan para kaum bermartabat lainnya rusuh, ia tetap berjalan dengan kokoh memperbaiki diri dan hidupnya, baginya tidak ada yang mampu  mempersulit hidupnya kecuali Tuhan memang berkehendak, bahkan kenaikan BBM bukan alasan baginya untuk membayangkan hidup sulit. Bahagia dan makmur hidup toh tidak bergantung pada BBM, tapi bergantung pada berapa energi yang ia keluarkan setiap hari untuk mencuci, memasak, dan bersih-bersih. 
Ironis kenapa banyak kalangan sibuk mengeluarkan energi paling ekstra untuk menentang kenaikan BBM, seolah-olah kemakmuran dan kebahagiaan masyarakat indonesia bergantung pada harga BBM, bukankah kemakmuran dan kehagiaan dapat kita ciptakan dengan usaha kita sendiri??
Jangan merendahkan martabat dengan bergantung kepada suatu hal, bukankah orang berpendidikan dan ternama karena intelektualnya seharusnya dapat lebih bijak dalam mengatasi masalah dan menanggapi apapun. Masak ia sih.....mahasiswa kalah dari ibunda saya yang saya ceritakan diatas