Jumat, 20 Mei 2011

"Sosok Ayahku juga ada pada Bapak penjual goreng"

Makanan jogja susah untuk sesuai dengan lidah padang saya. Kalau orang padang suka makanan dengan bumbu rempah yang kaya dan dengan rasa pedas  yang menggetarkan lidah. Namun ada satu makanan yang sangat saya gandrungi disini, yaitu tempe gembus. Saya pernah mendegar bagaimana cara pembuatan tempe tersebut yang cukup "mengesankan", dan kadar gizinya yang tidak ada, karena tempe gembus adalah ampas-ampas tempe. Meskipun demikian saya tetap suka tempe gembus, sampai saya berlangganan memberi gorengan tempe gembus pada seorang bapak penjual goreng tak jauh dari kos saya.
Bapak ini yang akan saya ceritakan lebih lanjut....
Biasanya saya membeli gorengan beliau siang hari, biasanya sang bapak sedang sibuk menggoreng tempenya sambil membuat adonan gorengnya, atau tidur dilantai untuk melepas lelah. Secara fisik sebenarnya bapak ini memiliki sedikit keterbatasan, tangan sebelah kanan beliau rada lemah, jarinya melengkung, dan ukuran tangan sebelah kanan tersebut jauh lebih kecil daripada tangan sebelah kiri. Berikut rentetan kejadian penting ketika saya membeli gorengan sang bapak :
  1. Suatu hari, saya lupa hari apa, ketika saya datang membeli gorengan beliau sedang menggoreng dan mengaduk gorengan, sambil menelfon, saya tidak tahu siapa yang beliau hubungi, tapi ketika saya datang pembicaraan beliau dengan orang yan di telfon hampi selesai, dan setelah selesai beliau mengatakan kepada saya bahwa ia menelfon istrinya dan sepertinya ada masalah dengan anaknya, kalau dari yang saya tangkap, anaknya nakal, dan beliau sangat mengkhaatirkan anaknya tersebut.
  2. Hari lainnya setelah itu, ketika saya membeli gorengan beliau sedang tidur pulas dilantai. Kondisi lantai sangat kotor, dan beliau tidur hanya beralaskan tikar tipis saja, sementara di depan gerobak adalah jalan raya, dengan suara bising kendaraan bermotor.
  3. Berikutnya saya lewat didepan gerobak beliau, hari itu, hari sabtu, saya bersama seorang teman sedang jalan pagi dan mencari bubur ayam disekitaran terdekat, dan kami menemukannya di sebelah gerobak gorengan sibapak.Waktu menunjukkan pukul 06.00 dan beliau sedang  sibuk mnggoreng, meskipun sudh cukup banyak gorengan yang masih hangat sudah tersaji. 
  4. Malamnya dihari yang sama saya dan teman saya kembali lagi untuk membeli gorengan tempe gembus bapak tersebut, dan saya masih menemukan beliau, jam menunjukkan pukul 21.00, tenu saja saya sudah dengan penampilan yang berbeda dengan ketika jalan pagi tadi, dalam rentang 15 jam, saya sudah banyak melakukan hal lain, bahkan istirahat yang cukup, sementara beliau tetap berada didepan gerobak gorengan itu. Saya kemudian bertanya, memangnya samapi jam berapa bapak jualan? kemudian beliau menjawab, tiap hari saya datang jam 5 pagi mba, dan pulang jam 10 malam.
Salut dengan perjuangan beliau untuk menhidupi keluarganya, istri dan anak-anaknya.Tiap hari melakukan pekerjaan yang sama. Tidak peduli dengan kelelahan, fisik, kebisingan beliau berusaha untuk tetap bertahan di pojok itu dengan gerobaknya, selalu ramah menyapa pembeli gorengannya meskipun hidup tak begitu berpihak padanya. Jika mendengar berita anaknya nakal, saya sangat iba dan tak habis pikir dengan si anak, apakah ia tak melihat kerja keras ayahnya. Terlalu banyak anak muda sekarang yang lupa akan ayah dan ibu mereka, tak pernah berfikir dalam bertindak, tak peduli perasaan ayah dan ibunya.
Dalam prinsip hidup beliau bapak penjual goreng, berusaha sekuat tenaga untuk menghidupi istri dan anak, ia hanya ingin mepersembahkan segala hal yang terbaik dari hidupnya untuk keluarganya, sama dengan banyak ayah didunia ini.
Ketulus dari ayah, ia tak memaksakan anaknya seperti kehendak dan angannya, namun ia akan tetap berjuang untuk memberikan hidupnya untuk stri da anak-anaknya. Tanpa Pamrih...
Tulus....kerja keras, kasih sayang yang indah dan Perjuangan... menjadi pelajaran hidup dari seorang ayah untuk generasi berikutnya...
Mari cintai dan jangan sia-sia kan apa yang telah diberi oleh ayah...Buat ia bangga dan tersenyum selalu
Salam cinta untuk ayah tercinta....

2 komentar:

  1. oooooo...jd iko alasan nyo ,,hahaha

    BalasHapus
  2. hahaha....alsannyo gembus lak..hanya gembooosss...

    BalasHapus