Senin, 16 Mei 2011

Masyarakat Perlu Ekstra Selektif di Era Serba "Demokrasi"

Inspirasi untuk menulis dengan tema Masyarakat Perlu Ekstra Selektif di Era Serba "Demokrasi" ini bermula dari ketika saya di hubungi oleh ibunda tercinta. Beliau meminta pendapat mengenai penyelenggaraan sebuah training. Beliau mengatakan bahwa pemerintah kota tersebut akan menyelenggarakan sebuah training kepada anak-anak mengenai mengoptimalkan otak tengah. Cara kerja mereka sanngat aneh, hal ini mereka lontarkan ketika akan menandatangani sebuah kontrak kerja dengan pemerintah kota tersebut. Begini keanehannya menurut saya, anak akan diperdengarkan sebuah musik didalam ruangan, dan tidak boleh orang tua untuk turut serta mendengarkannya, dengan kata lain, orang tua tidak boleh tahu mengenai musik tersebut. Ketika saya tanyakan kepada ibu saya, apa latar belakang pendidikan Trainer tersebut, beliau menyatakan bahwa, tidak ada embel-embel apapun didepan maupun dibelakang namanya (Hehehe, ibu saya kalau ditanyakan latar belakang pendidikan hanya terfokus kepada gelar saja), kemudian saya katakan, bahwa semestinya trainer memiliki sertifikat yang diperoleh dari tempat ia belajar hal yang akan di trainingkannya. Ibu saya kemudian terdiam, dan mengatakan "coba besok ibu cek lagi ya".
Dari percakapan tersebut, saya mencoba menganalisa, bagaimana bagi orang-orang yang tidak memiliki link terhadap pihak yang memiliki keahlian ilmiah?, tentu akan menerima segala macam bentuk training apapun yang ditawarkan. Banyak sekali kasus penipuan, brain wash, dan pemanfaatan sektor psikologi serta kedokteran yang tidak teruji secara ilmiah bahkan akan berdampak sangat merugikan kepada konsumen dan pengguna jasa saat ini terjadi.  Masyarakat dituntut untuk selektif dalam membuat keputusan, jika tidak ingin dirugikan. Di era demokrasi saat ini, semua bebas memilih apapun, bahkan bebas memilih untuk menjadi orang tamak yang memanfaatkan ketidak tahuan orang lain. 
Masyarakat yang tidak mengetahui akan dirugikan, bahkan jika itu menyangkut aspek psikologis akan mempertaruhkan masa depan, dan nyawa.
Marilah kita menjadi masyarakat yang selektif sehingga tidak dibodohi dan dirugikan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan bisnis atau kepentingan pribadi lainnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar